Cuz as me the almost-man looks up into that town, I can hear 146 men who remains. I can hear every ruddy last one of them. Their Noise washes down the hill like a flood let loose right at me, like a fire, like a monster the size of the sky come to get you cuz there's nowhere to run.
Tahun terbit: 2010
Penerbit: Candlewick Press
Edisi: E-book (.epub), bahasa Inggris
"Genre": Interesting Premise, Sci-Fi, Children. Dystopia
Dunia bagi Todd Hewitt selama hampir-tiga belas tahun hidupnya di New World selalu berkisar pada kota Prentisstown, kota yang seluruhnya berisi pria dan Noise, sehingga dengan demikian setiap orang mengetahui apa yang dipikirkan satu sama lain. Todd adalah anak laki-laki terakhir di kota yang akan segera menjadi "pria" (man) saat ulang tahun ketiga belas nya nanti. Sebagai satu-satunya yang belum dianggap "dewasa", Todd pun banyak menghabiskan waktu dengan anjingnya, Manchee. Ah, Manchee, Manchee, what an adorable talking-dog T___T, Manchee bisa bicara dengan kapasitas binatang karena nampaknya "bakteri" penyebab munculnya Noise pada setiap penghuni New World juga "hinggap" pada hewan. Ehem, maaf karena fangirl lewat, but well... Inilah New World, ketika setiap yang hidup bertukar interaksi tidak hanya melalui lisan tetapi juga lewat Noise. Semuanya kecuali wanita, yang tidak memiliki Noise dan juga tidak pernah dilihat Todd lagi di Prentisstown. Todd pun percaya bahwa ibunya telah lama tiada, sebagai anak yang sejak kecil sudah dirawat oleh Ben dan Cillian.
Mengikuti sudut pandang dan penarasian Todd, atmosfir "muak" pada kehidupan Prentisstown yang hanya berisi para pria dan tidak pernah ada orang yang bisa tenang dengan pikirannya sendiri pun mewarnai bagian awal buku, begitu pula dengan "kekesalan" Todd karena merasa sebagai satu-satunya anak laki-laki di antara pria dan ingin segera dianggap sebagai orang dewasa, di ulang tahunnya yang tinggal tiga puluh hari. Penulisan dari narasi Todd yang "sembarangan" dalam tata bahasa dan ejaan membutuhkan penyesuaian, tapi di saat bersamaan merupakan keunikan dari novel ini, karena menggambarkan Todd sebagai sosok yang memang illiterate (buta huruf).
Harus saya akui saya sempat cukup mandek dalam waktu yang lumayan panjang di bagian-bagian awal, mungkin juga karena penuturan yang tidak biasa dari Todd dan juga bagaimana hal itu pun kemudian membuat kalimat-kalimat membutuhkan waktu lebih untuk dicerna, hehe. Saya ingat memang waktu sedang membaca ini pun saya menyelingi dengan buku terjemahan (bahasa Indonesia) yang lebih enteng hehehe.
Well, akan tetapi kemudian saya pun kembali mendapatkan pencerahan (?) untuk bisa melanjutkan membaca buku ini karena setelah Todd dan Manchee menemukan adanya sebuah "keheningan" di antara Noise yang terdengar dari Prentisstown sepulang dari jalan-jalan mereka di rawa, keseruan dan tanda tanya langsung membahana (#...) karena Ben dan Cillian langsung mengarahkan Todd untuk meninggalkan Prentisstown. Adanya "keheningan" tersebut pun juga tak bisa dihindari untuk diketahui oleh pria lain melalui Noise, dan mendadak saja suasana menjadi serius dan penuh ketegangan. Mengapa Todd harus pergi meninggalkan satu-satunya "kehidupan" yang diketahuinya?
Mengikuti sudut pandang dan penarasian Todd, atmosfir "muak" pada kehidupan Prentisstown yang hanya berisi para pria dan tidak pernah ada orang yang bisa tenang dengan pikirannya sendiri pun mewarnai bagian awal buku, begitu pula dengan "kekesalan" Todd karena merasa sebagai satu-satunya anak laki-laki di antara pria dan ingin segera dianggap sebagai orang dewasa, di ulang tahunnya yang tinggal tiga puluh hari. Penulisan dari narasi Todd yang "sembarangan" dalam tata bahasa dan ejaan membutuhkan penyesuaian, tapi di saat bersamaan merupakan keunikan dari novel ini, karena menggambarkan Todd sebagai sosok yang memang illiterate (buta huruf).
Harus saya akui saya sempat cukup mandek dalam waktu yang lumayan panjang di bagian-bagian awal, mungkin juga karena penuturan yang tidak biasa dari Todd dan juga bagaimana hal itu pun kemudian membuat kalimat-kalimat membutuhkan waktu lebih untuk dicerna, hehe. Saya ingat memang waktu sedang membaca ini pun saya menyelingi dengan buku terjemahan (bahasa Indonesia) yang lebih enteng hehehe.
Well, akan tetapi kemudian saya pun kembali mendapatkan pencerahan (?) untuk bisa melanjutkan membaca buku ini karena setelah Todd dan Manchee menemukan adanya sebuah "keheningan" di antara Noise yang terdengar dari Prentisstown sepulang dari jalan-jalan mereka di rawa, keseruan dan tanda tanya langsung membahana (#...) karena Ben dan Cillian langsung mengarahkan Todd untuk meninggalkan Prentisstown. Adanya "keheningan" tersebut pun juga tak bisa dihindari untuk diketahui oleh pria lain melalui Noise, dan mendadak saja suasana menjadi serius dan penuh ketegangan. Mengapa Todd harus pergi meninggalkan satu-satunya "kehidupan" yang diketahuinya?





