Showing posts with label awesomeness. Show all posts
Showing posts with label awesomeness. Show all posts

Monday, April 29, 2019

Liye, Tere. Tiga Buku Serial "Bumi": "Ceros dan Batozar", "Komet", dan "Komet Minor"


Bertemu “Ceros dan Batozar”, Melintasi “Komet”, dan Mengakhirinya di “Komet Minor”: Petualangan Seru di Dunia Paralel yang Tetap Membumi dengan Hikmah Berkesan

"Anak-anak ini keras kepala. Sekali menetapkan tekad, ...bahkan disuruh makan tepat waktu atau tidur lebih awal saja mereka susah. Namanya juga remaja. Susah diatur, masa-masa pencarian jati diri."
("Komet Minor", hlm. 218)

Tahun terbit: 2018 ("Ceros dan Batozar"), dan 2019 ("Komet" dan "Komet Minor")
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Edisi: Paperback, bahasa Indonesia
"Genre": Fantasy, Adventure, Awesomeness, Reflective
Beli bukunya dengan diskon 20-25% secara online di sini:
- Ceros dan Batozar (Bukabuku.com) (Gramedia.com)
- Komet (Bukabuku.com) (Gramedia.com)
- Komet Minor (Bukabuku.com)

Raib, Seli, dan Ali kelihatannya menjalani kehidupan yang sama saja dengan remaja sekolah menengah kebanyakan. Kalau sekadar bertemu, mungkin kita tidak akan sadar kalau sebenarnya mereka bertiga adalah petualang dan petarung dunia paralel. Bersama-sama mereka telah menjalani berbagai petualangan besar di dunia yang tidak terbayangkan oleh anak-anak seusia mereka. Raib yang bisa menghilang sebenarnya adalah keturunan murni Klan Bulan yang hanya muncul sekali dalam siklus dua ribu tahun, Seli yang bisa mengeluarkan petir dari tangannya sebenarnya keturunan Klan Matahari dengan teknik bertarung kinetik, dan Ali yang tidak hanya jenius, tapi juga adalah Klan Bumi yang mewarisi kemampuan langka. Mereka menjalani berbagai petualangan mengeratkan persahabatan bersama, yang tidak sekadar sahabat untuk ber-YOLO, have fun, dan eksis di pergaulan, tapi benar-benar persahabatan berfaedah berlandaskan kasih sayang tulus yang cocok menjadi panutan bagi pembaca.

Petualangan trio sahabat sejauh ini telah memungkinkan mereka singgah dan mengalami berbagai tantangan dan pembelajaran di Klan Bulan, Klan Bintang, Klan Matahari, dan Klan Bumi; semuanya sudah diceritakan dalam empat buku berbeda dalam serial Bumi. Saya yang selama ini mengaku sebagai peminat cerita fantasi, jujur saja merasa cukup missed-out karena tidak benar-benar menyadari adanya seri kisah fantasi persembahan penulis Indonesia ini, meski pernah mendengar tentang buku pertamanya, Bumi - dan itupun sekadar mendengarnya sebagai “buku baru karya Tere Liye”.

Untuk menjadi benar-benar terus terang, dalam persepsi saya nama besar Tere Liye selama ini adalah penulis yang lebih lekat dengan image karya di segmen drama dan romansa kaya bahan renungan dan inspirasi caption foto. Sudah lama saya punya akses ke beberapa buku beliau, antara lain yang judulnya “Ayahku Bukan Pembohong” dan “Berjuta Rasanya”. Hanya saja, selama ini pula saya belum pernah berkesempatan membaca satu pun, juga belum pernah memikirkan kemungkinan bahwa selain buku di genre fiksi drama itu, ternyata Tere Liye juga menulis di genre fantasi. Betapa mungkin akan berbeda keadaannya jika saya dari dulu tahu bahwa buku Bumi adalah cerita fantasi dengan premis sangat menarik. Kemana aja sih saya? Barangkali saya masih sibuk lebih banyak mengikuti perkembangan kisah fantasi penulis luar negeri seperti Rick Riordan dibanding benar-benar menyimak perkembangan cerita fantasi dari dalam negeri. Padahal sementara itu tidak terasa telah terbit judul demi judul buku dalam serial Bumi sampai pada akhirnya saya bisa dipertemukan dengan kesempatan untuk membaca seri ini dari buku ke 4,5nya, “Ceros dan Batozar”.

Aku sama sekali tidak menduga, beberapa jam lagi kami justru bertemu dengan sebuah misteri lain dari dunia paralel. Bukan di klan-klan dunia paralel itu, tapi di sini, di bumi, di klan kami sendiri.
(“Ceros dan Batozar”, hlm. 12)

Tuesday, May 15, 2018

Riordan, Rick. THE DARK PROPHECY (Trials of Apollo #2). Cobaan dan Ikatan yang Memperkaya Kemanusiaan.

Tahun terbit: 2017
Penerbit: Mizan Fantasi
"Genre": Mythology, Awesomeness, Fantasy, Children
Edisi: Paperback, bahasa Indonesia

Leo mengangkat bahu. "Perkara masa depan. Tidak perlu dirisaukan."

Sebagai mantan Dewa Ramalan, aku selalu menganggap masa depan sebagai sumber kerisauan tak berkesudahan. Namun, kuputuskan untuk tidak mendesak lebih lanjut. Saat ini, satu-satunya target penting untuk masa depan adalah mengembalikanku ke Gunung Olympus supaya dunia bisa kembali menikmati kegemilanganku. Aku harus mengutamakan kemaslahatan bersama.
(hlm. 247)

Setelah berhasil mengamankan Oracle kuno pertama yaitu Hutan Dodona di buku pertama "The Hidden Oracle"; cobaan lain yang lebih spektakuler tentunya masih menanti sang mantan dewa tokoh utama kesayangan kita, Apollo alias Lester Papadopolous. Mengingat bahwa menyongsong semua cobaan spektakuler itu adalah cara bagi sang mantan dewa agar bisa memperoleh kembali kejayaan dewatanya, maka berangkatlah Apollo, kali ini ditemani Leo Valdez sang putra Hephaestus yang mengendalikan dan tahan api, serta mantan penyihir putri Titan Atlas, Calypso. Ketiganya bersama dengan Festus si naga perunggu peliharaan Leo pergi ke Indianapolis untuk menyambangi Oracle kuno kedua, Gua Trophonius yang terkenal karena biasa mengambil kewarasan para penanya ramalannya. Ancaman yang mengintai Apollo kali ini juga bukan main-main, dan untuk mengamankan kembali Oracle sumber ramalan kuno tidak segampang itu karena besarnya ancaman pihak musuh. Ada sosok dari masa lalunya yang tidak hanya terkenal kuat dan bengis, namun juga merasa telah dikhianati olehnya dan menyimpan dendam. Pasukan monster dan abdi-abdi jahat akan menghadang langkah sang mantan dewa. Bagaimana kali ini Apollo yang minim kekuatan dewata dan hanya berbekal ukulele serta anak panah tukang ngoceh dari batang pohon Dodona menghadapinya?

Friday, July 7, 2017

Riordan, Rick: THE HIDDEN ORACLE (TRIALS OF APOLLO #1) - Giliran Dewa Matahari yang Disorot dalam Petualangan Baru Menjalani Ujiannya

Mantan dewa, Apollo namanya
Terperosok dalam gua biru hampa
Naik kendaraan tiga penumpang
Si perunggu pemakan api yang bisa terbang
Menelan maut dan kegilaan di luar kehendaknya
Penulis: Rick Riordan
Tahun terbit: 2017
Penerbit: Mizan Fantasi
Edisi: Paperback, Bahasa Indonesia
"Genre": Children, Family, Fantasy, Awesomeness, Contemplative, Greek Mythology

(Sedikit Intro)
Petualangan greek-mythology kekinian karya Rick Riordan rasanya masih "nggak ada matinya" buat saya. Dari kenal Percy Jackson sebagai mulanya, itupun secara mengejutkan dari filmnya yang memang langsung kebanting begitu baca bukunya (...eh), sampai ke Heroes of Olympus yang saya kira nggak bisa lebih epik lagi. Sebenarnya masih banyak lagi sih ekstensi petualangan yang diciptakan Rick Riordan, yang sebenarnya semacam kayak punya universe sendiri untuk koleksi kisah-kisah petualangan mitologi kekiniannya, dari Kane Chronicles (saya udah khatam dongg termasuk cerita bonus cross-overnya dengan Percy - ups spoiler dikit), terus yang lagi "berjalan" seriesnya juga ada Magnus Chase and the Gods of Asgard (saya masih nunggu buku ketiganya). Rick Riordan juga menulis buku-buku mythology-themed secara "lepas" juga untuk menceritakan-ulang kisah-kisah mitologi Yunani a la Percy Jackson (sebagai narator), dan dari semua buku beliau baik yang series atau spin-off yang belum saya baca cuma yang Greek Heroes (ada yang mau beliin? Eheh.).

Intinya saking setianya saya (#...) pada karya Rick Riordan, kalau suatu saat Rick Riordan/penerbitnya secara ajaib mengadakan event tentang bukunya beliau di Indonesia, rasanya kayak nggak afdol sih kalau saya yang udah setia baca ini nggak dinotis atau diundang atau secara ajaib bisa hadir juga. Semoga ya, who knows, right? Amiin...

Seolah menjawab pertanyaan yang mungkin belum sempat terucap dari fans/pembaca setianya soal apakah ada petualangan seru lagi untuk Percy cs dan demigod lain, atau mungkin karena beliau memang mempunyai amunisi pengembangan cerita yang belum disajikan ke pembacanya; Rick Riordan menghadirkan seri baru berjudul 'Trials of Apollo'. Buku pertamanya yang akan menjadi bahasan postingan ini (setelah intro yang maaf kalau kepanjangan, meski sebenarnya bebas-bebas aja saya orang ini blog saya hehe) adalah 'The Hidden Oracle'.

Saturday, December 6, 2014

Riordan, Rick. THE BLOOD OF OLYMPUS (Heroes of Olympus #5).

Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun terbit: 2014
Edisi: Paperback, bahasa Indonesia.
"Genre": Awesomeness, Fantasy, Greek Mythology
Get the book!

Apakah "Darah Olympus" terdengar sebagai judul yang "gahar"? Well, bahkan meski buku ke-5 dari seri Heroes of Olympus ini sebenarnya masih dirating sebagai buku anak-anak, mau tidak mau kesan bahwa buku ini akan "dramatis" sepertinya tidak berlebihan. Kalau Anda adalah pengikut (?) seri ini, dan bahkan sudah mengikuti cerita "franchise mitologi modern" buatan Rick Riordan sejak Percy Jackson and The Olympians, saya tidak menyalahkan jika ada ekspektasi yang bisa dibilang sangat besar untuk buku ini. Ada alasan yang cukup kuat untuk itu, yaitu fakta bahwa buku ini adalah buku penutup dari seri Heroes of Olympus.

Ya, petualangan luar biasa yang melibatkan tujuh setengah-dewa (selanjutnya disebut demigod) dalam ramalan untuk mengalahkan Ibu Bumi yang disokong kekuatan pasukan putra-putri raksasa dan pasukan haus darah untuk menghancurkan dunia sudah mencapai pungkasnya di buku ini. Anda mau hyperventilate (lagi), dipersilakan.

Sedikit mengulas seri ini kembali, Heroes of Olympus diawali dengan petualangan Jason Grace dan Percy Jackson yang sama-sama kehilangan ingatan dan harus "bertukar tempat" antara Perkemahan Blasteran Yunani dan Perkemahan Blasteran Romawi, masing-masing dalam The Lost Heroes dan The Son of Neptune di mana mereka juga "menjalin persahabatan baru". Kedua buku yang mengawali seri ini tentunya memuat misi berbahaya. Masing-masing adalah "awal" dari petualangan kolosal untuk menjelajah hingga Negeri-negeri Kuno Romawi dan Yunani dengan kapal Argo II yang dalam buku ketiga Mark of Athena. Annabeth Chase, love interest Percy mengemban tugas krusial sebagai kunci memersatukan kedua perkemahan blasteran. Akan tetapi, seakan tidak cukup mengesankan dengan perjalanan para demigod hingga ke Negeri Kuno, dalam The House of Hades perjalanan panjang untuk mengalahkan Dewi Bumi juga menuntut Percy Jackson dan Annabeth Chase hingga ke kedalaman Tartarus dalam rangka menutup pintu ajal, yang tidak lain sebagai salah satu "tugas krusial" dari banyak tugas dan ujian lain.

Berangkat dari apresiasi yang besar dari The House of Hades, akhir pamungkas yang "besar" menjadi semakin ditunggu-tunggu bagi Blood of Olympus. Terbitnya buku ini disambut dengan antusiasme yang cukup besar, tidak terkecuali saya yang sudah mengoleksi dan mengikuti ceritanya. Perkembangan tiap tokoh yang diwujudkan dalam banyak momen-momen berkesan dan menjadi salah satu alasan mengapa saya memberikan pujian besar (and lots of feels) pada House of Hades akan mencapai "kulminasi"nya untuk pertarungan akhir dalam buku kelima ini.

Setelah diLINE sama Sany kenapa saya belum buat review lagi, akhirnya saya jadi terdorong bikin review, hahaha. Terkadang dorongan bertindak saya semacam latah #....

Friday, April 18, 2014

A Book is a Gift I Should Always Grateful Of, BBI :)

...especially BBI Joglosemar, saya berterima kasih karena di tengah gulana (gulaku aja wis) ketidakberuntungan aji-aji undian, laporan dan tugas kuli4h, dan tanggung jawab organisasi (#bah), saya mendapat penyemangat tambahan dengan datangnya hadiah arisan buku dari BBI Joglosemar yang sudah diantarkan Sany @ Jar of Inspirations dengan selamat pada hari ini :'''>


Langsung saja yaa ini dia buku-buku yang saya dapat dari teman-teman BBI Joglosemar (koreksi saja kalau ada yang salah xDD)


Tiga seri STPC (Holland, Swiss, dan Barcelona - omoooo >//////////< dan trilogi warna yang melengkapi koleksi (?) Kim Dong Hwa saya xDDD Terima kasih banyak sekali lagi untuk teman-teman BBI dan khususnya Sany yang sudah membawanya sampai pada saya :**

P.S pembatas bukunya lucu-lucu xDD

Semoga dengan ini saya bisa lebih bersyukur dan hemat dalam soal membaca dan beli buku x)) Amiin.

P.P.S Anyway, sekali lagi semoga sukses ya untuk mbak "kurir kado" cantek, Sany yang minggu depan udah mulai UTS *dadah-dadah dari perahu kurikulum non UTS dkk* xDD 

Thursday, February 20, 2014

Riordan, Rick. THE HOUSE OF HADES (Heroes of Olympus #4) - Grha Hades.

Hazel kembali memandangi setiap pintu gerbang yang berpilin itu: perang demigod, kehancuran Argo II, malapetaka untuk dirinya sendiri dan teman-temannya.

Penerbit: Noura Books (Mizan Fantasi)
Tahun terbit: 2014
"Genre": Fantasy, Awesomeness (#...), Greek Mythology
Jangan ketinggalan untuk punya bukunya ya!

Demigod-demigod muda yang berpetualang menantang bahaya dan harapan keberhasilan yang serasa semakin sedikit, melawan kekejaman monster, kekhawatiran takdir dalam ramalan, dan mimpi buruk lainnya - paket lengkap dari eksisnya mitologi Yunani di jaman modern yang tidak hanya menawarkan kekuatan tersembunyi, tapi juga bahaya-bahayanya. Akhirnya saya bisa kembali "menikmati" suguhan cerita ini setelah cukup lama menunggu dalam keyakinan bakalan-baca-dan-beli-terjemahannya, dan saya sudah "belajar" untuk tidak mengharapkan yang kurang dari kepiawaian Om Riordan untuk menghadirkan lanjutan cerita yang lebih seru.

Indeed, om Rick "kembali" menghadirkan pahlawan-pahlawan mudanya yang sedang berjuang mencegah kebangkitan Gaea sang "Ibu Bumi" dengan mengarungi dunia menggunakan kapal-terbang fantastis Argo II - dalam petualangan yang lebih seru karena bahaya dan tantangan yang makin nggak main-main. Malang bagi anak-anak demigod itu, sob, tapi mantap bagi para pembaca (sok) setia seperti saya =))b. Jason putra Jupiter, Piper putri Aphrodite, Leo putra Hephaestus, Frank putra Mars, Hazel putri Pluto, dan gak ketinggalan duo-pasangan Percy putra Poseidon dan Annabeth putri Athena (yep, them, Percabeth dari seri Percy Jackson and the Olympians) serta jangan lupa Nico diAngelo putra Hades akan menghadapi makin banyak ujian yang menantang kekuatan dan keberanian mereka masing-masing.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Back to Top