Wednesday, June 7, 2017

Wishful Wednesday #9: Literary of Writings

Today I finally got the opportunity to post a Wishful Wednesday after so longg I haven't because somehow I can't catch up in the right Wednesday (?) or I simply only remember about the opportunity when its not Wednesday instead = =. Well, for this edition of Wishful Wednesday, it's co-incident with how I was tempted to browse through bookdepository bargain sale when I check my email inbox and there is the one email they told me about the bargain sale. I have picked one mystery/thriller book to add to my wishlist from there, but then I am somewhat thinking of checking out books about writing. 



Friday, May 12, 2017

Writerstruck Experience: Mbak Windy Ariestanty, Bang Raditya Dika... and Other Writers! (Reading Gets Personal #3)

Does the title succeeded in luring you into reading this?? Well, it's just an attempt to do clickbait that seem to matter in these digital era. Whichever the case, please #BEWITH_MILANOCASE please continue reading...

I have been meaning to share my writerstruck experience since forever, lol. The actual "event" are actually had been happened for almost several months, even years but I just recently made up my mood/energy/focus to actually write it here. All of the occasion that allows me to interact with writers whose book I read are surely lasted enough that I still have the urge to share the experience after quite much time has passed since the actual event.

Tuesday, April 4, 2017

A Book is a Gift's THIS OR THAT BOOK TAG - with Rambles

I don't even know if I can still call myself a book-lover or book-blogger the like considering not only how long I didn't post new thing here, but also how I haven't read anything for sometime I am unable to count until now T___T. I bought newest Detektif Conan's comic book a few days ago and even I didn't finish it until now. I think I read more in my laptop now in forms of articles or Quora feed than in the classical context of properly holding a concrete book and just read it all day, ignoring my phone or the Internet or daily domestic chores.


 Life's a bit different now when I'm adapting to an employee's 8-to-5 routine (this girl ain't complaining since she got a start and a taste of HRD in her current job thanks to mom) and at the same time has to take some responsibility in domestic routines at home. The later is not burdening actually since its just basically helping out with the laundry and cooking in weekend, yet somehow on those free time I  get I have been preferring to mingle with my laptop than my books. Actually its not really bad and useless, though, since I am sort of running an online shop brand of custom smartphone case and helping out a dear friend with her start up by pushing myself to write and edit articles.

Tuesday, January 3, 2017

Scene On Three #4: Hidup Selamanya dan Selamanya :''')

Salah satu hal aneh tentang hidup di dunia, adalah bahwa hanya sesekali seseorang merasa cukup yakin akan hidup untuk selamanya dan selamanya dan selamanya. Terkadang seseorang mengetahuinya saat terbangun pada waktu fajar baru yang hening. Lalu dia keluar dan berdiri sendirian, melemparkan kepala jauh ke belakang dan melihat ke atas dan ke atas. Kemudian dia menyaksikan langit yang pucat perlahan berubah dan memerah dan hal-hal aneh yang mengagumkan terjadi sampai sang Timur nyaris membuat orang berteriak dan jantungnya berhenti karena menatap keindahan terbitnya matahari yang selalu luar biasa - yang selalu terjadi setiap pagi selama ribuan dan ribuan dan ribuan tahun. Saat itulah seseorang mengetahuinya untuk sejenak. Dan kadang-kadang seseorang mengetahuinya ketika berdiri sendirian di dalam hutan saat matahari terbenam dan keheningan emas pekat yang misterius menembus dari bawah dahan-dahan seperti mengatakan berulang-ulang dengan perlahan sesuatu yang sulit didengar, seberapa keras pun seseorang berusaha. Lalu terkadang hitam biru sunyi yang sangat luas pada malam hari dengan jutaan gemintang menunggu dan menyaksikan dapat membuat seseorang yakin. Kadang-kadang suara musik di kejauhan, dan juga terkadang tatapan ke dalam mata seseorang, membuat hal itu terasa benar.

Setelah membaca The Secret Garden (dan mereviewnya), menurut saya buku tersebut juga sama-sama mengandung keunyuan besar (#...) sekaligus makna yang dalam melalui pengkomunikasian hal-hal berarti, meskipun sederhana - yang mungkin terlupakan di tengah kesibukan yang fana (#...). Salah satu uraian yang saya suka dari buku Secret Garden tersebut, yang telah saya kutip di atas sebenarnya deskripsi di satu halaman penuh. Mungkin terlalu panjang kalau dipaksa disebut scene, tapi saya merasa tersentuh saat membacanya dan ingin membagikannya ke Anda yang mampir di sini. Gambaran yang dilukiskan oleh penulis dalam uraian deskripsinya terasa membuai saya, bahkan meski saya sebenarnya bukan orang yang "seunyu" itu untuk rajin melihat matahari terbit dan terbenam atau apa (#...). Membaca uraian tersebut membuat saya jadi membayangkan saat-saat "hidup selamanya" bagi saya, ketika saya bisa berkumpul dengan keluarga, memeluk orangtua dan saudara-saudari saya (HIQSBAPER), saat-saat yang membuat kita merasa nggak berbatas dan bahagia sepenuhnya, dalam-dalam sampai ke hati. Let me know what do you feel and think about those one-page paragraph above!...dann jangan lupa untuk membagi Scene on Three kalian ya!

Yuk ikutan share adegan unyu maxima Anda juga dari buku. Here's how:
1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee edisi hari ybs, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Friday, December 30, 2016

Burnett, Frances Hodgson. THE SECRET GARDEN. Bertumbuh Lewat Keajaiban Sederhana.

Dia tak bisa berhenti memikirkan kebun yang tak dimasuki seorang pun selama sepuluh tahun. Dia penasaran seperti apa kebun itu dan ingin tahu apakah masih ada bunga yang hidup di dalam sana.

Tahun terbit: 2016
Penerbit: Qanita (Penerbit Mizan)
Edisi: Paperback, bahasa Indonesia
"Genre": Children, Family, Unyuness, Reflective

Sebelumnya, saya hanya pernah tahu tentang Frances Hodgson Burnett dari cuplikan-cuplikan buku Little Princess dalam buku Princess Diaries nya Meg Cabot. Alhamdulillah akhirnya saya bisa berkesempatan untuk bisa membaca satu buku utuh tulisan Mrs. Burnett melalui kesediaan Asysyifa mengoperkan satu kopi buku Secret Garden ini pada saya untuk direview. Terima kasih banyaak ya Fa!

Blurb buku ini sudah cukup jelas untuk menggambarkan garis besar ceritanya. Kita akan mengikuti cerita bagaimana Mary Lennox yang harus pindah-kembali ke Inggris menjalani hari-harinya di Misselthwaite Manor, rumah kepunyaan pamannya, Archibald Craven, di Yorkshire. Mary yang usianya sepuluh tahun sebelumnya tumbuh besar di India dan lebih sering dimanja dan dibiarkan, sehingga tak ayal ia pun tumbuh menjadi anak yang kurang menyenangkan, egois, dan suka membangkang (not her fault, though...). Kepindahannya ke Inggris karena kedua orangtuanya meninggal akibat wabah kolera membuat Mary harus menghadapi banyak hal baru, tapi ternyata Yorkshire dan Misselthwaite Manor mengenalkan banyak hal baik untuk Mary. Udara segar Yorkshire, suasana padang kerangas (yang saya sendiri juga sebelumnya nggak tahu), dan orang-orang baru yang ditemui Mary mengisi pengalaman keseharian Mary dengan hal-hal yang bermakna dan "memperkaya" dirinya (#tsah).

Friday, October 21, 2016

Ness, Patrick. A MONSTER CALLS. Insightful Fiction From A Boy's Story.

Here is what will happen, Conor O'Malley, the monster continued, I will come to you again on further nights. ... And I will tell you three stories. Three tales from when I walked before.
...
Stories are the wildest things of all, the monsters rumbled. Stories chase and bite and hunt.
...

And when I have finished my three stories, ..., you will tell me the fourth.
Tahun terbit: 2011
Penerbit: Walker Books
Edisi: E-book (.epub), bahasa Inggris
"Genre": Children, Contemplative, Family, Terminal Illness

Sebenarnya sudah lama saya berkeinginan membaca buku ini, namun baru-baru ini saja saya bisa menamatkan membacanya. Premis tentang kemungkinan metaforis dari sosok monster yang diceritakan dalam buku ini, lalu juga ulasan teman-teman pembaca (terutama Ireisha alias Ru - apa kabar ya Ru?) kalau buku ini ceritanya bagus, kemudian pengalaman membaca karya Patrick Ness yang tidak mengecewakan dari The Knife of Never Letting Go (dari rekomendasi Ru juga) - ketiga hal itu akhirnya bisa dibilang jaminan bahwa saya akan menyukai buku ini, dan memang benar. Saya suka banget sama cerita buku ini :'''

Menampilkan sosok utama seorang 'bocah' laki-laki, Conor O'Maley (seperti halnya di buku The Knife...), buku ini menceritakan bagaimana Conor menghadapi keadaan sakit parah (terminal illness) yang dialami ibunya. Sosok monster dalam buku ini lah yang seakan menjadi "jembatan" menuju tema fiksi yang melingkupi situasi reality based dari pengalaman seorang anak dengan ibu yang mengalami terminal illness. Monster yang mengambil wujud dari pohon yew di halaman belakang rumah Conor ini datang setiap pukul 12:07 malam, bersikeras menceritakan tiga kisah pada Conor, bersikeras bahwa Conor akan menceritakan kisah keempat. Sementara, mimpi buruk yang jauh lebih mengerikan daripada sang monster masih menghantui Conor.

Wednesday, October 5, 2016

Galbraith, Robert, TITIAN KEJAHATAN (CAREER OF EVIL - Cormoran Strike #3)

I choose to steal what you choose to show
And you know I will not apologize
You're mine for the taking.

I'm making a career of evil...

(Lirik lagu Career of Evil - Blue Oyster Cult, ditulis Patti Smith)

Tahun terbit: 2015
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Edisi: Paperback, bahasa Indonesia
"Genre": Mystery, Crime, Cormoran Strike Mystery

Saya merasa bahwa buku ini menjadi pengalaman membaca kisah misteri yang sangat "segar" setelah cukup lama absen membaca buku fiksi, entah terdistraksi oleh skripsi atau oleh tontonan hiburan daring (Game of Thrones, video Youtube tentang teori Game of Thrones, to name a few #...). Pantas untuk dikatakan di awal review saya bahwa ini adalah kisah misteri yang ada di level kemapanannya sendiri, dengan penulisan reliabel Galbraith yang tidak kehilangan kekuatan magisnya meskipun tidak menggunakan nama J. K. Rowling untuk menulis buku ini. Career of Evil amat sangat sepadan ditandaskan untuk "memanjakan" pikiran dan emosi pembacanya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Back to Top