Halo, Nona dan Tuan semua. Sebuah kehormatan besar buat saya untuk kembali mendapatkan kepercayaan sebagai host blog tour, kali ini bekerjasama dengan Penerbit Twigora untuk buku karangan Rufin Dhi yang berjudul The Man Who Plays Piano. Selamat datang buat para Tuan dan Nona yang mungkin baru pertama kali mampir ke blog saya ini dalam blog tour The Ma Who Plays Piano, panggil saya Nona Risa, host ketiga kalian. Salam kenal ya!
Tentunya saya juga sudah siap "menjamu" Tuan dan Nona semua dalam giliran mampir di blog saya dengan sajian khusus dan istimewa untuk disimak dari hari ini 25 September sampai nantinya ditutup dengan GIVEAWAY pada 27 September 2018. Saya harap Tuan dan Nona semua bisa menyimak dan mengikuti semua rangkaian jamuan konten yang akan tersaji di blog A Book is a Gift, dan seterusnya hingga blog tour selesai. Buat kalian yang penasaran ingin tahu lebih jauh tentang The Man Who Plays Piano dan ingin segera membacanya memang wajib hukumnya untuk menyimak rangkaian blog tour ini sampai selesai karena selain kalian bisa mendapat info seputar The Man Who Plays Piano, kalian juga berkesempatan memenangkan bukunya gratis! Siap-siap deh untuk ketularan ber'Tuan' dan 'Nona' kayak saya setelah baca buku ini, hihi.
Di hari pertama ini mari kita awali dengan sesi tanya-jawab alias wawancara antara saya dan penulis The Man Who Plays Piano, tak lain dan tak bukan adalah Nona Rufin Dhi, yang menurut saya pribadi adalah salah satu penulis muda berpotensi besar. Simak dulu nih biodata singkat beliau berikut ini.
RUFIN DHI adalah nama pena milik Rifina Dwiseptia Hanafi. Penulis yang lebih akrab dipanggil Ipin ini lahir di Pontianak, 4 September 1997. Kini tinggal di Kota Depok, dan berstatus sebagai seorang mahasiswi di program studi Ilmu Perpustakaan, Universitas Indonesia. Sudah menyelami dunia kepenulisan sejak tahun 2009. A Man Who Plays Piano adalah novel keduanya. Novel pertamanya berjudul The Joker's Secret (DAR!Mizan, 2013). Selain itu, pernah memenangkan belasan lomba menulis dan berkontribusi dalam beberapa buku antologi, yaitu Fragmentasi Ciuman di Bawah Hujan (Hubsche Maedchen, 2012), Kejutan Sebelum Ramadhan #20 (Nulisbuku, 2013), Ground Zero (Divapress, 2014), dan Diakritik dalam Edensor Waktu (Parade Puisi, 2017). Cukup aktif di blog pribadinya, rufindhi.wordpress.com. Tidak perlu sungkan untuk menyapanya di sana, atau bisa juga diajak ngobrol lewat instagram (@rifihana) dan surel (rifinahanafi@gmail.com).
Mantap kaan di usia semuda itu sudah banyak menghasilkan tulisan yang diterbitkan. Saya beruntung banget nih bisa dapat kesempatan untuk kepoin Nona Rufin dalam sesi tanya-jawab yang disediakan Penerbit Twigora. Saya harap hasil tanya-jawab yang akan dibagikan ini bisa bermanfaat buat kalian dan membuat kalian makin penasaran dan yakin untuk mendukung buku kedua dan terbaru Nona Rufin, tak lain dan tak bukan The Man Who Plays Piano. Yuk kita simak transkrip hasil wawancaranya bareng-bareng!






