Herriot, James. CAT STORIES.

by - Friday, November 08, 2013


Kumpulan kisah tentang kucing dan para pemiliknya, dari dokter hewan dan pencerita paling disayangi di dunia––James Herriot. Ada cerita tentang Buster, anak kucing yang datang pada Hari Natal; Alfred, kucing pemilik toko gula-gula; Emily yang tinggal bersama tuannya yang pengelana; serta Olly dan Ginny, sepasang anak kucing yang muncul di rumah keluarga Herriot untuk meminta makanan. James Herriot menuturkan setiap kisah dengan penuh kehangatan dan kasih sayang yang menjadi ciri khasnya.
Siapa yang suka kucing? Harus harus harus baca buku ini :'''> begitu juga dengan yang mempunyai sikap yang gak terlalu positif soal kucing, no offense, you have to read this book too! Ditulis oleh Pak Dokter Hewan #... James Herriot pertamakali di tahun 1994 (setelah baca resensi pilihannya atas buku ini dimari, buku ini memang "ada" karena rasa ketertarikan Mr. Herriot yang sangat besar pada kucing, seperti yang juga beliau tuturkan di awal buku.



Hari-hari Mr. Herriot sebagai dokter hewan memertemukannya dengan banyaak saat dan kisah menarik tentang kucing-kucing yang menarik juga. Latarnya yang berada di suatu kota yang mungkin cukup kecil (atau malah desa, ya?) di Inggris memberikan kesan yang hangat dan damai. Membaca buku ini membuat saya senang dan terhibur karena tingkah-tingkah dan kemenarikan (?) masing-masing kucing yang diceritakan pada masing-masing ceritanya, yang terutamanya melibatkan unsur kasih sayang yang dirasakan baik oleh Mr. Herriot atau oleh pemilik kucing itu masing-masing. Aw, aw, banget ><

Cara penulisan Mr. Herriot di sini pun bisa dibilang benar-benar bisa menyampaikan kasih sayang beliau serta "sudut pandang"nya bahwa kucing adalah hewan yang menarik, dan tidak seperti anggapan banyak orang kalau kucing adalah makhluk yang egois dan sebangsanya. Bisa dibilang itulah mengapa saya juga bisa menikmati membaca cerita ini.
Aku pernah merasakan bagaimana kucing-kucing itu menggosokkan wajahnya di wajahku dan menyentuh pipiku dengan cakar yang dengan hati-hati disembunyikan. Buatku, hal-hal seperti itu adalah ekspresi cinta.
Agaknya Mr. Herriot memang sudah memiliki pengalaman yang sangat banyak untuk mendukung pandangannya mengenai kucing, yang entah kenapa ngebikin iri gimana gitu karena kok ya pengalamannya yang diceritakan di sini bisa unyu semua T T kucing-kucing yang diceritakan di sini juga malahan kebanyakan yang tergolong kucing liar, dan hidup bebas tapi memiliki keunikan-keunikan yang ughuughu banget seperti ada kucing yang malahan suka menyusu ke hewan ternak, kucing yang suka datang ke acara kumpul-kumpul warga, kucing yang bisa main lempar-tangkap, dan lain sebagainya. Baca sendiri mah lucu banget pokoknya T T *udah mulai gak koheren* *biar*

Meresapi "kedekatan" antara kucing-kucing dan pemiliknya yang diceritakan di sini juga memberikan suasana yang "nrenyuhin", meskipun memang saya gak sampai tersedu-sedu atau apa, tapi seperti halnya pembawaan cerita di novel grafis Kim Dong-hwa, Sepeda Merah, saya juga menemukan unsur "ketulusan" yang besar dalam cerita-cerita di dalam buku ini. Bagaimana seseorang bisa menemukan sosok kawan dari seekor kucing bisa digambarkan dalam cerita-cerita di buku ini, begitu juga dengan bagaimana seekor kucing dan "majikan"nya bisa saling menunjukkan kasih sayang.

Pada akhirnya, menurut saya buku ini bukan soal kasih sayang tentang kucing, tapi tentang kasih sayang pada umumnya. Terasa nyata, hangat, menyentuh hati. Gak perlu dengan tema yang berat atau apa, tapi dengan kejadian-kejadian dalam kisah-kisah yang dibagi di sini, bisa dipetik semacam "sudut pandang" baru yang syukur-syukur bisa membuktikan kalau hati kita masih berfungsi #APA INI :''' Cerita favorit saya ada tiga dalam buku ini, tanpa mengesampingkan cerita lainnya ya.

Pertama "Buster, si Kucing Penangkap" memiliki cerita yang menyampaikan bagaimana seekor kucing bisa menunjukkan kasih sayang sebagai induk yang mengusahakan yang terbaik bagi anaknya serta sekaligus memberikan hadiah Natal yang terindah karenanya :'''. Kedua, cerita "Frisk, Kucing dengan Banyak Nyawa" yang (sekali lagi) menunjukkan kedekatan antara seekor si kucing Frisk dan pemiliknya yang sudah tua dan sakit, tapi dari Frisk ia menemukan sosok teman yang berharga di hidupnya mungkin jadi lebih kesepian tanpanya :'''. Ketiga, cerita "Emily dan Pria Pengelana" yang menarik karena Emily adalah si kucing yang menemani hari-hari seorang pria baik hati yang hidup berkelana dan tinggal di tenda, dan karenanya membuat cerita ini memuat quote yang menarik:
"Tahukah kau, Mr. Herriot," imbuhnya, "ketika pertsma kali aku tinggal di sini," tangannya melambai menunjuk tempat tinggalnya, seolah-olah itu adalah ruang tamu dalam rumah besar. "Aku tak pernah berpikir aku akan mengubah cara hidupku, sendirian seperti biasanya. Namun, suatu hari makhluk kecil ini melangkah masuk dalam kehidupanku, entah dari mana, seolah-olah dia diundang dan seluruh hidupku berubah."

Aku tertawa. "Dia mengadopsimu. Kucing-kucing selalu melakukannya. Dan itu adalah hari keberuntunganmu."
....it just, aw >< *lirik kucing di deket kaki sambil mindblown tentang konsep bahwa saya sekeluargalah yang diadopsi olehnya dulu waktu induknya datang*

You May Also Like

2 comments

  1. Ah, sepertinya menarik :D
    Kebetulan saya emang lumayan suka sama kucing. Mereka memang menggemaskan :3
    Tapi disamping itu selalu ada hal yang bisa kita ambil hikmah dari segala hal yang berada di sekitar kita bahwa kita harus saling menyanyangi kepada semua makhluk hidup (Entah itu hewan ataupun tumbuhan) supaya ada 'keseimbangan' :')) *eh ini kok malah jadi ngomongin biologi* xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iyaa saya juga suka kucing, makanya saya baca buku ini >w< dan betul banget, kok, kasih sayang itu utama gak pandang spesies (??) hehe. Terima kasih ya^^

      Delete