Monday, February 2, 2015

Galbraith, Robert. THE CUCKOO'S CALLING (Cormoran Strike #1).

Yang mati hanya bisa berbicara melalui mulut orang- orang yang ditinggalkan, dan melalui tanda-tanda yang terserak di belakang mereka.

Tahun terbit: 2014
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Edisi: Paperback, bahasa Indonesia
"Genre": Mystery, Crime, Cormoran Strike mystery


Get the book!

Seorang supermodel jatuh dari balkon tempat tinggalnya di tengah malam-dini hari yang dingin, menggemparkan media dan orang-orang terdekatnya karena kematiannya yang terkesan mendadak. Berbagai spekulasi muncul mengikuti penyelidikan polisi atas kematian supermodel yang memang tengah naik daun itu, Lula Landry - akan tetapi dengan segala kegemparan itu, kasus kematian Lula Landry pun dinyatakan sebagai tindak bunuh diri. Pada akhirnya pun segala liputan dan spekulasi akhirnya mereda, dan kasus tersebut perlahan tenggelam, meski tidak secepat itu bagi mereka yang ditinggalkan - bahwa melupakan kematian Lula Landry sebagai kejadian bunuh diri bukanlah "penghiburan" yang cukup untuk dapat melanjutkan hidup. John Bristow menginginkan keadilan atas kematian adik angkatnya itu, dan didatanginya seorang detektif partikelir, yang namanya ia temukan dalam kenangannya dengan mendiang adiknya yang dahulu telah tiada sebelum Lula, tentang seorang bernama Cormoran Strike .

Strike baru berusaha melanjutkan hidupnya juga, dengan hubungannya yang berantakan dengan Charlotte dan hutang- hutangnya yang menumpuk. Kedatangan klien yang bisa memberinya upah yang besar untuk melunasi hutang-hutangnya, belum lagi untuk membayar gaji Robin Ellacott, pegawai-sekretaris temporernya yang baru sebenarnya akan membantu, akan tetapi John Bristow lah yang datang - dan besar kemungkinan bahwa kakak Lula Landry itu hanya masih mengalami obsesi yang belum mereda akan kematian adiknya. Meskipun skeptis pada adanya pembunuh yang masih belum tertangkap atas kematian Lula Landry, tawaran bayaran dobel dan tuntutan akan keadilan dan menemukan kebenaran pun membuat Strike memutuskan menyelidiki kembali kasus Lula Landry. Dimulailah, penyelidikan yang mengharuskan Strike mencari kesaksian orang yang ditinggalkan, meminta mereka menghadirkan kembali ingatan mereka atas sang supermodel yang telah meninggalkan mereka tiga bulan yang lalu - serta merangkai kembali seluruh detail yang terserak di sekitar kematian Lula Landry, atau kehidupan yang telah ditinggalkannya.

Sudah cukup lama saya "ngeh" dengan buku ini dan tentunya sedikit kepo-kepo review kakak-kakak lain mengenai buku ini, meski pada akhirnya justru kakak saya lah yang memutuskan untuk membeli buku Cormoran Strike #1 ini sementara saya masih "mengikhlaskan" untuk membeli/membaca nya nanti-nanti lagi. Saya pun membaca buku ini tanpa memasang ekspektasi tertentu tentang "sisi misteri" ceritanya, meskipun saya sudah bisa "memperkirakan" sajian penceritaan yang khas J. K. Rowling berdasarkan beberapa buku Harry Potter yang sudah pernah saya baca. Memang benar, di buku ini kesan "penulisan" tante Rowling tetap terasa, mirip seperti saat saya membaca terjemahan Harry Potter, antara lain dari cara deskripsi dan pilihan susunan kalimatnya - susah dijelaskan, sih, apa dan bagaimana tepatnya, yang jelas hasilnya masih memungkinkan saya untuk bisa menikmati membaca buku ini dengan suatu atmosfer "familier" meskipun jelas sudah merupakan cerita dan genre yang berbeda dengan Harry Potter. Akan tetapi, gaya kepenulisan tante Rowling sebagai Galbraith di sini membuat cerita yang tersaji terasa punya keelokan tersendiri, membuat misteri dan teka-teki terasa tetap misterius dan memiliki titik-titik ketegangan yang pas, tapi dalam cara yang cantik (?), lebih-lebih dengan bagaimana diselipkan potongan puisi dan ungkapan untuk mengawali tiap bagian ceritanya. Hasilnya, saya sebagai pembaca jadi bisa punya pijakan yang nyaman untuk mengikuti sepak-terjang Strike merunut kebenaran tentang Lula Landry di London yang kelabu dan anggun.

Penyelidikan yang dilakukan Strike saya dapati cukup menarik untuk diikuti, mungkin karena saya juga terpikat dengan bagaimana yang diselidiki adalah seorang supermodel - yang tentunya punya kehidupan yang glamor dan penuh intrik kelas-atas yang bikin greget, haha. Saya pun merasa tidak dikecewakan, melihat bagaimana Strike bertemu satu per satu dengan para saksi "golongan gemerlap" itu - baik itu Ciara Porter yang sama-sama model dan teman dekat Lula, Evan Duffield si pacar Lula, Guy Some si desainer, serta suami-istri Bestigui. Akan tetapi, intrik kehidupan Lula Landry ternyata nggak hanya terbatas pada kalangan-kalangan glamor itu - notabene karena masa lalu Lula yang cukup berliku dengan riwayatnya sebagai anak angkat dan sempat bermasalah saat remaja. Keluarga Lula, baik yang mengangkatnya sebagai anak atau keluarga sedarahnya, serta teman yang ditemuinya dari saat-saat masa lalu nya yang memiliki sejumlah permasalahan, dalam bagaimana mereka masih "hadir" dan "terlibat" dalam kehidupan Lula serta bagaimana Lula masih berhubungan dengan mereka juga memberikan daya tarik dalam proses mendapatkan gambaran jelas mengenai mengapa dan bagaimana hingga Lula Landry sampai pada akhir hidupnya.

by samesonic-differentdoctor@tumblr
Dinamika yang terjadi dalam kehidupan di sekitar Lula, di mana setiap orang punya penilaian dan prasangka dari setiap kesaksian yang mereka berikan pada Strike bisa terasa rumit tapi juga menarik untuk diresapi seiring pembaca juga pelan-pelan dipersilakan untuk menggambarkan Lula Landry dan kehidupannya saat mengikuti cerita dan penyelidikan. Lula Landry tidak lagi sekedar supermodel yang tewas naas, bukan sekedar wajah cantik - karena di baliknya pun ia memiliki kehidupan dan keinginan yang justru membuat saya agak kasihan padanya. Memang benar, sih, hidup dalam ketenaran dan sebagainya itu hanya permukaannya. 

Sosok Cormoran Strike sebagai seorang detektif dan tokoh utama yang dihadirkan Galbraith juga saya apresiasi, karena meskipun datang dari seorang penulis yang setahu saya lebih dikenal dengan genre fantasi, ternyata tante Rowling sebagai Galbraith bisa dibilang sudah sangat mampu menghadirkan tulisan kisah misteri yang "kuat" - tidak hanya dari misterinya tapi juga dari sosok detektifnya. Saya merasa bisa bersimpati pada sosok Strike yang diceritakan broken luar- dalam dengan masa lalunya yang juga rumit. Saya juga merasa bisa "menangkap" cara menyelidikinya Strike yang komprehensif, disiplin, dan teliti serta sistematis (#....), dengan kemampuan observasi serta menghadapi saksi yang bisa ditunjukkan untuk mendukung penyelidikannya. Strike sukses membuat saya sayang padanya (lol), dari sifatnya yang mungkin keras pada dirinya sendiri dan juga dari polemik (?) hidupnya yang dihadapinya dengan tegar - mungkin karena latar belakangnya sebagai tentara juga ♥ .

Menurut saya, Galbraith mampu "menyelipkan" bagian tentang latar belakang Strike dan cerita hidupnya secara serasi dan dalam porsi yang pas tanpa mengganggu bagian misteri-nya, dengan tetap membuat kisah-hidup sang detektif tetap punya daya tarik. Belum lagi kalau saya harus mengungkit tentang peran Robin Ellacott yang sangat mendukung Strike dalam penyelidikannya sebagai sekretaris (yang katanya) temporer itu. Aw, aw, saya suka banget dengan "koneksi"- kenyambungan Strike/Robin yang terbangun di cerita ini dan terasa sangat potensial untuk dilanjutkan, hahaha.

not mine

Tidak hanya sosok Strike yang berhasil digambarkan oleh tante Rowling sebagai Galbraith, menurut saya sosok Robin juga berhasil disampaikan sebagai peran pendukung yang penting banget. Saya kagum dengan kesigapan, keahlian, dan banyak-akal nya Robin, rasanya seperti bisa mematahkan stereotip kalau sekretaris itu cuma modal cantik dan terima-telpon (ini nggak bermaksud menyinggung lho ya). Interaksinya dengan Strike juga manis (?), seolah saya bisa berbagi "perhatian" yang Robin tunjukkan atas bosnya itu. Momen ketika Strike mabuk dan harus diurus Robin menjadi salah satu kejadian favorit saya dalam buku ini^^.

Well, lepas dari apresiasi saya yang melimpah untuk Cormoran Strike #1 ini, saya masih ingin meninggalkan sedikit catatan untuk buku ini meski paling-paling ini hanyalah "penilaian" yang kali saja bisa membuat saya tidak terkesan bias pada buku ini sampai nggak bisa menemukan kekurangan, haha. Kembali ke soal misterinya Lula Landry, meskipun bagi saya Galbraith sudah cukup berhasil memberikan misteri yang menarik diikuti penelusurannya dan sudah dirancang secara "cerdas" untuk tidak mudah tertebak dan sukses bikin bingung-greget (tapi apalah saya, saya katanya aja suka baca misteri tapi emang gak pernah maksa nebak-nebak, hehehe), bagi saya prosesi (?) pembeberan-fakta yang dilakukan Strike masih terasa sedikit agak kurang babat-habis-mendetail. Sedikiiit aja.

Strike memang bisa menjelaskan dengan rinci dan saya juga alhamdulillah paham, tapi mungkin saya akan merasa lebih puas kalau Strike bisa lebih mendetail untuk menjelaskan mengenai bagaimana ia bisa mendapatkan beberapa petunjuk tertentu sampai bisa "mengartikannya", soalnya ada beberapa poin pengungkapan petunjuk-penting yang rasanya kok hanya sekedar dijelaskan kalau X itu berarti X' (eks aksen, duh penting banget ris) baru saat dibeberkan semua faktanya, hehehe. Mungkin cuma sekedar kurang kata-kata yang menjelaskan "dari melihat 'itu' aku akhirnya tahu dari mana 'ini' berasal" atau semacam "aku tahu kalau sebenarnya yang terjadi adalah 'ini' dari melihat 'itu'". Selain itu, dengan twist yang berhasil bikin "keder" ketika diungkapkan, entah kenapa kok saya lebih sreg jika pemberian pukulan-kebenaran nya dilakukan di akhir, hehehe.

Oke deh, mungkin saya memang rada bias ke gaya detail dan grande nya Hercule Poirot yang suka runtuut banget kalau sudah jelasin ke orang-orang tentang kebenaran yang sudah beliau dapat, dari petunjuk-petunjuknya dulu baru sampai ke kesimpulannya. Yha, tapi ini kan sudah beda penulis dan beda detektif, maklum lah ya, dan sebenarnya mungkin saya cuma nggrundelin hal yang nggak penting, soalnya memang sama sekali bukan catatan besar karena secara keseluruhan saya SANGAT suka cerita misteri ini, karena buat saya juga kebenaran kasusnya dan arti kasus nya itu punya nilai perenungan yang mendalam akan pemahaman tentang manusia - di mana semua itu sudah berhasil disampaikan dengan cara yang elok itu. Memang jadi memberikan "feel" yang sedih, sih, dan perasaan kasihan dan simpati yang tertinggal meskipun sudah mengetahui kebenarannya yang di sisi lain bikin "merinding".
by callistana@tumblr
Betapa gampangnya mengambil keuntungan dan kecenderungan merusak diri yang dilakukan orang lain; betapa sederhananya menyisihkan mereka menjadi sesuatu yang tidak nyata, lalu mundur sambil mengangkat bahu serta setuju bahwa itu merupakan akibat tak terhindarkan dari kehidupan yang kacau-balau dan penuh bencana.
The Cuckoo's Calling memang kisah misteri yang cantik, kisah yang membuat saya bersyukur nggak dibiarkan untuk "membacanya nanti- nanti saja" berkat kakak saya, hehehe. Saya tentu SANGAT MENANTIKAN membaca buku selanjutnya, The Silkworm - alhamdulillah dapat gretongan dari Yes24 ♥. Sukses selalu untuk tante Rowling sebagai Galbraith, juga untuk kelangsungan hidup Strike agar semoga tidak terlalu malang lagi, kan udah ada Robin ♥

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Back to Top